

Sebanyak 20 hotel menerima apresiasi Green Hotel Award 2015 tingkat nasional dari Kementerian Pariwisata dalam rangka mendukung pengusaha dan pengelola hotel untuk menerapkan prinsip ramah lingkungan. Sepuluh terbaik diantaranya akan diikutkan dalam nominasi penghargaan ASEAN Green Hotel Award 2016 yang akan diselenggarakan pada Januari 2016 di Manila, Filipina Kesepuluh hotel terbaik yang berhak mewakili Indonesia ke ajang ASEAN Green Hotel Award 2016 adalah: Novotel Bangka Hotel dan Convention Center, Novotel Bandung, Hotel Santika Premiere Jogja, Jogja Plaza Hotel, Singgasana Hotel Surabaya, Ayodya Resort Bali, Bali Tropic Resort & Spa, Novotel Manado Golf Resort & Convention Center, The Park Lane Jakarta dan Eastparc Hotel Yogyakarta.
Sementara itu, 10 hotel lainnya yang masuk ke dalam 20 hotel terbaik adalah: Sheraton Lampung Hotel, Novotel Yogyakarta, Batam View Beach Resort, Ramada Bintang Bali Resort, Patra Jasa Semarang Convention Hotel, Aston Bogor Hotel & Resort, Hotel Pullman Jakarta Central Park, JW Marriot Hotel Jakarta, Puri Bagus Lovina dan Kayumanis Nusa Dua Private Villa & Spa.
Tim juri yang terdiri dari Naning Adiwoso, Nani Sumaryati, Dina Hartadi, Placidus Sujitno Petrus, Euis Ekawati, Widayanti Bandia dan Radi Manggala meninjau langsung 36 hotel di 14 provinsi di Indonesia. Standar yang dinilai meliputi 12 kriteria, yaitu: kebijakan dan organisasi green team; pengelolaan tapak yang ramah lingkungan; penggunaan bahan baku; produk ramah lingkungan dan penyerapan kandungan lokal; pengelolaan konservasi dan efisiensi air; kesehatan dan kenyamanan dalam ruangan; pengelolaan limbah padat dan cair; kesehatan dan keselamatan kerja (K3); pengendalian polusi udara dan kebisingan; pengelolaan penyimpanan bahan kimia dan berbahaya (B3); kerja sama dengan komunitas dan organisasi lokal serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, mengatakan bahwa green hotel sudah menjadi branding serta strategi dalam memenangkan persaingan bisnis, sehingga apabila pengelola hotel tidak menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan tentunya akan ditinggalkan konsumen atau wisatawan.
"Dalam menghadapi persaingan global, kita berusaha memperbaiki peringkat daya saing pariwisata yang dalam lima tahun ke depan akan berada di ranking 30 dunia, dari posisi semula tahun lalu di 70, sekarang berada di 50," kata Menteri Pariwisata saat konferensi pers Green Hotel Award di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (5/10).
Lebih jauh Menpar menjelaskan, posisi pariwisata Indonesia yang berada di ranking 50 dari 141 negara memiliki keunggulan dalam hal: price competitiveness, prioritization of travel & tourism, dan natural resources. Sementara itu, hal yang menjadi kelemahan pariwisata Indonesia adalah: service infrastucture, health and hygiene, serta enviromental sustainability.
"Tiga faktor dengan indeks daya saing terendah ini menjadi PR kita bersama termasuk para pengelola hotel agar segera menerapkan prinsip green hotel," lanjut Arief Yahya.